Ukuran dan Pengukuran Kinerja Proses
1. Definisi Kinerja Proses
-
Kinerja adalah besaran yang menunjukkan tingkat usaha atau hasil kerja dalam mencapai tujuan.
-
Tujuan proses bisa berbeda-beda, tergantung jenis proses (produksi, pembelajaran, pengadaan, dll).
2. Perbedaan Kinerja Proses vs. Workflow
-
Kinerja Proses: fokus pada hasil akhir dan pencapaian tujuan.
-
Workflow: fokus pada urutan aktivitas atau proses operasional.
3. Jenis Pengukuran
-
Langsung: mengukur objek kinerja secara langsung.
-
Tidak Langsung: mengukur efek atau indikator yang terkait dengan objek.
4. Validitas, Reliabilitas, dan Operasionalitas
-
Validitas: sejauh mana ukuran benar-benar mewakili apa yang ingin diukur.
-
Reliabilitas: konsistensi hasil pengukuran dari waktu ke waktu.
-
Operasionalitas: kemudahan dan efisiensi pelaksanaan pengukuran (data tersedia, biaya rendah).
5. Contoh Kasus: Tracer Study
-
Tracer Study dilakukan untuk melacak alumni sebagai umpan balik pembelajaran.
-
Stakeholder: Prodi, Alumni, Industri, Universitas, Dikti.
-
Indikator yang diukur:
-
Hubungan industri & alumni (jumlah minimum viable relationship).
-
Efisiensi (biaya & waktu pengumpulan data).
-
Kualitas dan dampak data (kontribusi terhadap perbaikan pembelajaran).
-
6. Kamus Kinerja Proses
-
Dokumen berisi daftar aspek kinerja, indikator, satuan, rumus, sumber data, dan periode pengukuran.
-
Contoh:
-
Waktu tempuh (jam), Kepuasan pelanggan (skor 1–5), Efisiensi biaya pengantaran (Rp./antar).
-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar